Jumat, 12 Mei 2017

Upaya Peningkatan Kemampuan Guru MI di Kecamatan Citeureup melalui Optimalisasi Pemberdayaan KKG



Satu tahun sudah berjalan sejak terbentuknya kepengurusan baru Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI) Kecamatan Citeureup Masa Bhakti 2016-2020 pada tanggal 24 Maret 2016 yang lalu. Dilandasi keinginan bersama semua guru MI yang ada di kecamatan Citeureup untuk mempunyai wadah yang jelas dan resmi sebagai tempat peningkatan kompetensi yang dimiliki dengan membentuk KKG yang Alhamdulillah sampai dengan saat ini masih berjalan dengan baik, sekalipun masih banyak diperlukan pembenahan dan perbaikan untuk mengarah kepada KKG yang bermutu.

Mengapa KKG begitu penting bagi seorang guru ?
Jika kita merujuk literatur yang ada bahwa sebagai bagian dari pelaku pendidikan, seorang guru membutuhkan suatu komunitas, karena ilmu pengetahuan hanya akan berkembang jika mengalami proses sinergi (pertukaran pengetahuan melalui diskusi) dalam sebuah komunitas. Mengapa dibutuhkan komunitas ? Setiap individu memiliki explicit knowledge yang bersifat subjektif dan individu. Ketika masing-masing individu melakukan sharing pengetahuan dalam komunitas, maka di sana akan terjadi proses saling memberi dan menerima ilmu, sehingga kepemilikan pengetahuan akan mengalami pergeseran dan setiap individu memiliki tacit knowledge yang lebih bersifat objektif dan memungkinkan memunculkan pengembangan ilmu baru. Praktisnya, ilmu menjadi semakin berkembang luas. Prinsipnya, learning is sharing, proses saling belajar bisa dilakukan lewat aktivitas berbagi gagasan & pengalaman hidup tentang banyak hal yang bermanfaat. Komunitas tersebut salah satunya adalah sekolah/madrasah yang di dalamnya ada peran penting guru. Dan secara lebih khusus lagi guru pun membutuhkan sebuah komunitas tersendiri yang salah satunya adalah KKG yang memiliki fungsi sebagai wahana menumbuhkembangkan semangat kerjasama secara kompetitif di antara anggotanya dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. KKG juga sebagai wadah penyebaran informasi, inovasi, dan pembinaan tenaga pendidik serta sebagai penumbuh rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban akademik, sosial, kepribadian, dan pedagogik.

Adapun tujuannya secara umum KKG dibentuk untuk meningkatkan professional guru dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itulah Guru-guru MI di kecamatan Citeureup berupaya agar keberadaan KKG dapat diberdayakan secara optimal, terorganisir dan berkesinambungan, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat menghasilkan dan mendukung terciptanya kegiatan belajar mengajar yang aktif. Sesuai dengan kewenangannya KKG MI Kecamatan Citeureup dalam melaksanakan kegiatannya lebih diprioritaskan dalam beberapa hal, diantaranya : menyusun program pembelajaran, mengembangkan materi dan metode pembelajaran, menciptakan terobosan baru dalam pembelajaran, cara membimbing siswa dalam meningkatkan prestasi, dan memecahkan masalah yang dihadapi di madrasah masing-masing. Sementara itu, secara khusus tujuan KKG dapat dikemukakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang pengetahuan umum, meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun administrasi pembelajaran,  meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan manjemen kelas, meningkatkan kemampuan guru dalam merancanag, membuat, dan menyusun alat-alat media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, dan meningkatkan keyakinan dan percaya diri guru.

Salah satu kegiatan dalam hal menyusun program pembelajaran yang dilakukan adalah menyusun dan membuat Buku Kerja Guru sesuai tuntutan kurikulum 2013 yang berlaku. Hal ini dilakukan sebagai langkah persiapan menghadapi tahun pelajaran 2017/2018 dimana semua kelas dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 telah menggunakan kurikulum 2013. Buku Kerja Guru yang dibuat tersebut terdiri dari empat buah buku berdasarkan petunjuk yang dmiliki sesuai kurikulum hasil revisi 2016. Buku pertama terdiri dari : SKL, KI, dan KD; Silabus; RPP; dan KKM. Buku kedua terdiri dari : Kode Etik Guru; Ikrar Guru; Tata Tertib Guru; Pembiasaan Guru; Kalender Pendidikan; Alokasi Waktu; Program Tahunan; Program Semester; dan Jurnal Agenda Guru. Buku ketiga terdiri dari : Daftar Hadir; Daftar Nilai; Penilaian Akhlak/Kepribadian; Analisis Hasil Ulangan; Program pelayanan Perbaikan & Pengayaan; Daftar buku Pegangan Guru/Siswa;  Jadwal Mengajar; Daya Serap Siswa; Kumpulan Kisi soal; Kumpulan Soal Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Semester dan Penilaian Akhir Tahun; Analisis Butir Soal; dan Perbaikan Soal. Terakhir buku keempat terdiri dari : Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru dan  Program Tindak Lanjut Kerja Guru.

Antusias dan respon para guru yang mengikuti kegiatan KKG tersebut pun cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari partisipasi kehadiran guru dalam setiap kegiatan yang dijadwalkan dan keaktifan dalam proses kegiatannya. Semua itu tentunya tidak terlepas dari peran para kepala madrasah yang ada di kecamatan Citeureup yang mendukung penuh terhadap kegiatan KKG sebagai wadah peningkatan kompetensi dan kualitas guru. Perlu ditambahkan bahwa dalam hal penjadwalan kegiatan KKG MI kecamatan Citeureup dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok guru kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3) dan kelompok guru kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6). Setiap kelompok pun dalam kegiatannya dibagi dua wilayah, hal ini dilakukan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan lebih berdaya dan berhasil guna sesuai dengan pembagian wilayah binaan yang dilakukan oleh pengawas madrasah sebagai pengawas pembinanya. Untuk lokasi kegiatan yang digunakan adalah ruang kelas yang dimiliki madrasah secara bergantian dan bergilir hal ini dilakukan agar semua guru yang ada di kecamatan Citeureup mengetahui tentang kondisi dan keberadaan madrasah di luar tempat tugasnya dan juga dalam rangka meningkatkan tali silaturrahmi dan kebersamaan diantara sesama guru disamping karena belum dimilikinya tempat secara khusus sebagai pusat tempat kegiatan KKG.

Sangatlah diharapkan oleh semua guru yang ada di kecamatan Citeureup, bahwa KKG yang dimiliki benar-benar bernilai manfaat sebagai tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang menghadapi kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Bermanfaat sebagai wadah kegiatan para guru yang tergabung di dalamnya yang memiliki keinginan yang sama untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya sebagai guru. Juga bermanfaat sebagai tempat penyebaran informasi tentang pembaharuan pendidikan khususnya yang berkaitan dengan peningkatan keberhasilan proses dan hasil belajar dan sebagai pusat kegiatan praktek pembuatan alat peraga, media pembelajaran, penggunaan perpustakaan serta perolehan berbagai keterampilan mengajar maupun pengembangan administrasi kelas. Harapan-harapan tersebut, semuanya adalah sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Semoga !
--------------------------------------------------
Referensi :

Membangun Dunia Pendidikan

Sekolahsebagai Komunitas

Rabu, 12 April 2017

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MI Al Hidayah Tajur Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2017/ 2018



Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MI Al Hidayah Tajur Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2017/ 2018 Insya Allah akan dibuka mulai tanggal 1 Mei 2017 dengan ketentuan jika sebelum batas waktu berakhir jumlah peserta didik yang diterima sudah memenuhi jumlah kuota yang tersedia maka pendaftaran dapat ditutup dengan sendirinya.

Tahun ini kami hanya menerima peserta didik baru untuk 3 rombel (rombongan belajar) dengan maksimal 32 orang/rombel. Oleh karena itu, daftarkan segera setelah kami buka, dan jangan sampai ketinggalan karena kesempatan sangat terbatas.
1. Ketentuan-ketentuan pendaftaran sebagai berikut :
a.
Seluruh calon peserta didik baru yang akan mendaftar harus diantar
        langsung oleh orang tua/walinya.
b. Mengisi formulir yang disediakan
c. Foto Copy Akta Kelahiran atau Surat Keterangan Kelahiran dari
    Pejabat yang berwenang
d. Foto Copy ijazah yang telah dilegalisir, khusus Lulusan TK/TKA/RA
e. Usia minimal 6 tahun (per 17 Juli 2017)
f. Surat Keterangan Pindah dan Buku Raport bagi siswa pindahan
2. Fasilitas Madrasah :
a. Terakreditasi A
b. Tenaga Pendidik yang berpengalaman.
c. Gedung milik sendiri
d. Ruang KBM dengan ukuran dan fasilatas yang mendukung kegiatan  pembelajaran
e. Lingkungan yang kondusif
f. Bebas biaya operasioanal
3. Program Tambahan :
Tahfizhul Qur’an Juz 30, Tahfizh dan Tahsin Al Qur’an, Pasus Pramuka, Pencak Silat, Marawis, Bina Pidato dan Dacil, Futsal Club, Bina Qiro’atul Qur’an, Bina Kaligrafi, Bina Ibadah, Forto Folio Siswa, dan Madinah (Majalah Dinding Alhidayah).
Tahun ini kami buka kegiatan Bina MIPA (Matematika dan IPA)

SEKRETARIAT:
Kantor Sekretariat Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Yayasan Al Hidayah Tajur :
Jl.Sabilillah Pasir Angin Desa Tajur Kecamatan Citeureup 16810 Kabupaten Bogor
E-Mail : mialhidayah_citeureup@ymail.com

Informasi lebih lanjut tentang keberadaan MI Al Hidayah Tajur Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor dapat diakses pada link berikut :

Atau dapat menghubungi nomor kontak berikut ini :
KONTAK PERSON :
• Ustadz Toto Idris Taufiq, S.Ag : 0821 1562 8898
• Ustadz Ade Shalahuddin, S.Pd.I : 0821 1201 6629
• Ustadz Ahmad Yani, S.Pd : 0815 8613 4104

Selasa, 04 April 2017

Apresiasi Kecamatan Citeureup terhadap Kegiatan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2017



Kegiatan Kompetisi  Sains Madrasah (KSM) tingkat Kecamatan Citeureup yang digelar pada tanggal 25 dan 26 Maret 2017 di MI Raudlatussalam Sukahati selain telah menghasilkan siswa-siswi terbaik yang akan mewakili kecamatan Citeureup pada ajang yang sama di tingkat kabupaten Bogor, juga mendapat apresiasi dan perhatian serius dari pemerintah kecamatan Citeureup. Hal ini dibuktikan dengan dukungan kehadiran aparat pemerintah kecamatan Citeureup pada perhelatan akbar tersebut.

Bahkan melalui situs resminya, pemerintah kecamatan Citeureup memposting secara khusus kegiatan KSM dan AKSIOMA Madrasah Ibtidaiyah tingkat kecamatan yang dimuat tertanggal 29 Maret 2017 dengan judul AjangKompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma)Kecamatan Citeureup. Dalam postingannya, “Bertempat Di Desa Sukahati Kecamatan Citeureup telah dilangsungkan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) diikuti sekitar 20 Madrasah (red. tepatnya 22 MI) dan dibuka langsung oleh Sekcam Citeureup ( Bp. Ishak Mairu, SH, MM )”.  
Lebih jauh disampaikan : ”Dalam sambutannya antara lain Sekcam menegaskan Aksioma sebagai wadah strategis untuk merealisasikan paradigma pendidikan bercorak Character Building (Pembangunan Karakter). Secara tegas disebutkan bahwa : "Perbuatan seorang bijak dihadapan seribu orang, lebih bermanfaat dari untaian hikmah seribu bijak dihadapan satu orang". Dengan kata lain keteladanan adalah kunci dari pendidikan karakter. 
Madrasah Ibtidaiyah sebagai lembaga pendidikan dasar berciri khas agama Islam, dengan kurikulum yang digunakannya telah lama menekankan tentang pendidikan karakter dengan menempatkan secara khusus melaui beberapa mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan pembiasaan. 
Disampaikan pula, dengan mengambil tema kegiatan yaitu "Menumbuhkankembangkan sikap kreatif, profesional dan sportif dalam mewujudkan madrasah yang berprestasi dan bermartabat" lebih khusus Sekcam memberikan motivasi kepada anak-anak Peserta Aksioma se Kecamatan Citeureup Tahun 2017 : “harus merasa bangga menjadi siswa Madrasah, jangan minder sebab semua ilmu dapat kita dapatkan di Madrasah ,tak hanya ilmu agama tetapi sains, seni olahraga juga ilmu ilmu yang lain juga terokomodasi.bahkan ada nilai plus yang tidak dimiliki sekolah umum seperti pendidikan agama/ akhlaq sehingga Madrash bukan hanya bisa mengaji tapi juga kader-kader bangsa yang berkarakter serta profesonal dengan dipadukan antara iman, ilmu dan amal, merupakan nilai lebih dari madrasah”.
Alhamdulillah, keberadaan Madrasah Ibtidaiyah di kecamatan Citeureup secara umum telah diakui dan mendapat perhatian serta kepercayaan masyarakat yang dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya di Madrasah Ibtidaiyah. Statistik perkembangan peserta didik Madrasah Ibtidaiyah di kecamatan Citeureup tiap tahun terus mengalami peningkatan yang sangat berarti sekalipun dengan kondisi sarana prasarana yang jauh dari kondisi ideal.  
Di akhir sambutannya, Sekcam mengucapkan : “Selamat Berlomba dan Bertanding, Junjung Tinggi Spotifitas dan Kejujuran Meraih Prestasi …”
----------------------------
Sumber : 
Situs Resmi Kecamatan Citeureup