Sabtu, 10 Maret 2018
KKMI Ciawi Gelar Rapat Kerja Pengurus sebagai Optimalisasi Peranannya bagi Peningkatan Mutu Madrasah
Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Ciawi mengadakan rapat kerja
pengurus di MIS Ulil Amri Teluk Pinang-Ciawi, Sabtu (10/03/2018). Rapat kerja
diikuti oleh para pengurus KKMI yang merupakan guru dan kepala MI di kecamatan
Ciawi.
Rapat kerja KKMI Ciawi, ujar Asep Rahmatullah yang juga sebagai ketua
pelaksana, “untuk menyusun program kerja yang akan dilaksanakan sepanjang tahun
2018 ini sekaligus evaluasi program kerja yang sudah terlaksana di tahun
sebelumnya.” Ucapnya saat memberikan sambutan dihadapan para peserta yang juga
dihadiri oleh pengawas madrasah wilayah kecamatan Ciawi.
Minggu, 28 Januari 2018
Optimalisasi Keberadaan KKGMI Kecamatan Ciawi sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru
Dengan semangat kebersamaan dan adanya keinginan
bersama para Kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Ciawi untuk mempunyai
wadah yang jelas dan resmi sebagai tempat peningkatan kompetensi guru-guru pada
madrasah yang dipimpinnya maka dibentuklah KKGMI (Kelompok Kerja Guru Madrasah
Ibtidaiyah) yang Alhamdulillah tepatnya pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018
bertempat di Aula Kecil Wisma YPI Ciawi dapat terlaksana dengan baik
menghasilkan susunan pengurus KKGMI Kecamatan Ciawi masa bhakti 2018 - 2021. Sebelumnya,
KKGMI di Kecamatan Ciawi sendiri pernah dibentuk bahkan sudah berjalan untuk beberapa
kali kegiatan/pertemuan, namun dalam perjalanannya mengalami beberapa kendala
yang tentunya hal ini tidak diharapkan. Karena itulah pembentukan pengurus kali
ini dapat dikatakan sebagai bentuk optimalisasi keberadaan KKGMI di Kecamatan Ciawi.
Keberadaan KKGMI saat ini dirasakan sangat penting dan bahkan dianggap
sebagai suatu keharusan. Hal ini disebabkan KKG merupakan salah satu wadah yang
mampu menampung ide dan gagasan serta untuk mengembangkan kreasi dan kompetensi
yang dimiliki guru yang pada akhirnya mampu mendorong terciptanya proses
pembelajaran yang diharapkan.
Mengapa
KKG begitu penting bagi seorang guru ?
Jika kita merujuk literatur yang ada bahwa sebagai bagian dari pelaku
pendidikan, seorang guru membutuhkan suatu komunitas, karena ilmu pengetahuan
hanya akan berkembang jika mengalami proses sinergi (pertukaran pengetahuan
melalui diskusi) dalam sebuah komunitas. Mengapa dibutuhkan komunitas ? Setiap individu memiliki explicit knowledge yang bersifat subjektif dan
individu. Ketika masing-masing individu melakukan sharing pengetahuan dalam
komunitas, maka di sana akan terjadi proses saling memberi dan menerima ilmu,
sehingga kepemilikan pengetahuan akan mengalami pergeseran dan setiap individu
memiliki tacit knowledge yang lebih bersifat objektif dan memungkinkan
memunculkan pengembangan ilmu baru. Praktisnya, ilmu menjadi semakin berkembang
luas. Prinsipnya, learning is sharing, proses saling belajar bisa dilakukan
lewat aktivitas berbagi gagasan & pengalaman hidup tentang banyak hal yang
bermanfaat. Komunitas tersebut salah satunya adalah madrasah yang di dalamnya ada
peran penting guru. Dan secara lebih khusus lagi guru pun membutuhkan sebuah
komunitas tersendiri yang salah satunya adalah KKG yang memiliki fungsi sebagai
wahana menumbuhkembangkan semangat kerjasama secara kompetitif di antara
anggotanya dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. KKG juga sebagai
wadah penyebaran informasi, inovasi, dan pembinaan tenaga pendidik serta
sebagai penumbuh rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban
akademik, sosial, kepribadian, dan paedagogik.
Adapun tujuannya secara umum KKG dibentuk untuk meningkatkan
professional guru dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itulah
Guru-guru MI di kecamatan Ciawi berupaya agar keberadaan KKG dapat
diberdayakan secara optimal, terorganisir dan berkesinambungan, sehingga
kegiatan yang dilaksanakan dapat menghasilkan dan mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif. Sesuai
dengan kewenangannya KKG MI Kecamatan Ciawi dibawah arahan dan pembinaan
pengawas madrasah dalam melaksanakan kegiatannya kedepan akan lebih diprioritaskan dalam
beberapa hal, diantaranya : menyusun program pembelajaran, mengembangkan materi
dan metode pembelajaran, menciptakan terobosan baru dalam pembelajaran, cara
membimbing siswa dalam meningkatkan prestasi, dan memecahkan masalah yang
dihadapi di madrasah masing-masing. Sementara itu, secara khusus tujuan
KKG dapat dikemukakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang
pengetahuan umum, meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun administrasi
pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan
manjemen kelas, meningkatkan kemampuan guru dalam merancanag, membuat, dan
menyusun alat-alat media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, dan
meningkatkan keyakinan dan percaya diri guru.
Salah satu kegiatan dalam hal
menyusun program pembelajaran yang dilakukan adalah menyusun dan membuat Buku
Kerja Guru sesuai tuntutan kurikulum 2013 yang berlaku. Buku Kerja Guru yang
dibuat tersebut terdiri dari empat buah buku berdasarkan petunjuk yang dmiliki
sesuai kurikulum hasil revisi terbaru. Buku pertama
terdiri dari : SKL, KI, dan KD; Silabus; RPP; dan KKM. Buku
kedua terdiri dari : Kode Etik Guru; Ikrar Guru; Tata Tertib Guru;
Pembiasaan Guru; Kalender Pendidikan; Alokasi Waktu; Program Tahunan; Program
Semester; dan Jurnal Agenda Guru. Buku ketiga terdiri dari :
Daftar Hadir; Daftar Nilai; Penilaian Akhlak/Kepribadian; Analisis Hasil
Ulangan; Program pelayanan Perbaikan & Pengayaan; Daftar buku Pegangan
Guru/Siswa; Jadwal Mengajar; Daya Serap Siswa; Kumpulan Kisi soal;
Kumpulan Soal Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Semester
dan Penilaian Akhir Tahun; Analisis Butir Soal; dan Perbaikan Soal.
Terakhir buku keempat terdiri dari : Daftar Evaluasi
Diri Kerja Guru dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru.
Alhamdulillah, antusias dan respon para guru yang
mengikuti kegiatan tersebut pun cukup
tinggi, hal ini dapat dilihat dari partisipasi kehadiran guru yang sengaja
diundang mewakili seluruh MI (saat ini terdapat 11 MI) yang ada di Kecamatan
Ciawi. Semua itu tentunya tidak terlepas dari peran para kepala madrasah yang
ada di kecamatan Ciawi yang mendukung penuh terhadap kegiatan KKG sebagai wadah
peningkatan kompetensi dan kualitas guru. Sangatlah diharapkan oleh semua
guru yang ada di kecamatan Ciawi, bahwa KKG yang dimiliki benar-benar bernilai
manfaat sebagai tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang menghadapi
kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Bermanfaat sebagai wadah kegiatan para
guru yang tergabung di dalamnya yang memiliki keinginan yang sama untuk
meningkatkan kemampuan profesionalnya sebagai guru. Juga bermanfaat sebagai
tempat penyebaran informasi tentang pembaharuan pendidikan khususnya yang
berkaitan dengan peningkatan keberhasilan proses dan hasil belajar dan sebagai
pusat kegiatan praktek pembuatan alat peraga, media pembelajaran, penggunaan
perpustakaan serta perolehan berbagai keterampilan mengajar maupun pengembangan
administrasi kelas. Harapan-harapan tersebut, semuanya adalah sebagai upaya
peningkatan mutu pendidikan. Semoga !
--------------------------------------------------
Referensi
:
Minggu, 29 Oktober 2017
KKMI KECAMATAN CIAWI GELAR WORKSHOP PENYUSUNAN BUKU I KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH BERSAMA KEPALA MADRASAH, GURU, DAN OPERATOR MADRASAH
Kelompok
Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Ciawi menyelenggarakan kegiatan Workshop
Penyusunan Buku I Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah bersama Kepala Madrasah, Guru,
dan Operator Madrasah se-Kecamatan Ciawi pada tanggal 27 dan 28 Oktober
2017 di Hotel Bale Arimbi Jl Raya Puncak Cibogo II Kabupaten Bogor. Kegiatan
tersebut bertujuan agar semua Madrasah Ibtidaiyah memiliki Buku I Kurikulum
Madrasah yang dapat dijadikan sebagai acuan/ pedoman bagi seluruh warga
madrasah (Kepala Madrasah, Tenaga
Pendidik, Tenaga Kependidikan, Komite Madrasah/Wali Murid, Siswa, dan Masyarakat)
dalam menyelenggarakan, mengelola mengembangkan proses pendidikan dan
pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah sebagai upaya menuju pencapaian tujuan
pendidikan. Kegiatan yang diikuti oleh
33 peserta dari 11 MI yang ada di kecamatan Ciawi tersebut, dibuka secara resmi
oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah pada Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Bogor.
Dalam
sambutannya, Ketua Pokjawas Madrasah Drs.Edi
Mulyadi, M.Pd.I menyambut baik dan memberikan apresiasi atas
terselenggaranya Workshop Penyusunan Buku I Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah bersama
Kepala Madrasah, Guru, dan Operator Madrasah se-Kecamatan Ciawi tersebut,
terlebih pada tahun pelajaran 2017/2018 ini Kurikulum 2013 diberlakukan pada seluruh
tingkatan kelas, yakni kelas 1 s.d. kelas 6 termasuk untuk mata pelajaran PAI
dan Bahasa Arab. Disisi lain beliau menyampaikan, madrasah harus mengalokasikan
anggaran untuk kegiatan penyusunan buku I, II, dan III kurikulum madrasah dalam
Rencana Kegiatan dan Aanggaran Madrasah (RKAM) pada bagian komponen pembiayaan peningkatan
kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
Kepada
peserta workshop, Ketua Pokjawas menandaskan bahwa dalam implementasi kurikulum,
guru berperan sebagai fasilitator, sebagai desain pembelajaran, dimana pusat
pembelajaran ada pada peserta didik, maka guru harus mendorong peserta didik
menjadi lebih kreatif dan mandiri serta peserta didik diarahkan untuk mampu
belajar mandiri dan karena itulah guru harus menyiapkan bukan saja materi tapi
mengetahui kesiapan peserta didik, kemudian harus menggali potensi peserta
didik” paparnya serius. Guru pun harus banyak mengetahui dan memahami beberapa regulasi tentang kurikulum 2013
termasuk penggunaan permendikbud nomor 20, 21, 22, 23, dan 24 tahun 2016 yang
berhubungan dengan SKL, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan
KI-KD Kurikulum 2013. Ditambahkan pula bahwa dalam pelaksanaan kurikulum 2013,
setidaknya ada 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan guru antara lain Pertama, perubahan mind set (pola pikir).
Pengembangan kurikulum dengan pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran melalui mengamati, menanya, menalar
pada proses inquiry,
eksplorasi, dan elaborasi. “Perubahan pola pikir guru dibutuhkan untuk bisa
berperan lebih menjadi fasilitator dan motivator dari pada inisiator dan
eksekutor, dalam merubah dari teacher
centered ke student
centered”. Selanjutnya, untuk mewujudkan perubahan mindset guru
diperlukan adanya good
will dari para guru untuk merubah mind set-nya bahwa tugas
mengajar adalah sebagai komitmen profesi dalam membelajarkan dan mencerdaskan
anak bangsa” tuturnya dengan jelas.
Kedua, diperlukan tindakan
konstruktif dan inovatif guru, dimana rencana pengembangan kurikulum 2013 yang
akan diikuti dengan fasilitasi buku siswa, buku guru, maupun silabus serta
RPP-nya tentunya tidak malah membuat guru merasa “santai” dalam mengajar,
tetapi hal ini dimaksudkan supaya guru tidak lagi terlalu disibukkan
dengan hal-hal yang bersifat sosiatif, tetapi lebih pada kegiatan inovatif
akademis pembelajaran di kelas. “Keahliaan, kejelian dan kecerdasan guru dalam
meramu “ kompetensi inti, dan kompetensi dasar; aspek sikap, pengetahuan, dan
aspek keterampilan; akan menghasilkan siswa yang kompeten” paparnya lebih
lanjut.
Selanjutnya,
yang ketiga adalah harus ada
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) baik melalui level madrasah
maupun kelompok/wadah se-profesi (KKG/MGMP), mutlak perlu dilaksanakan dan
ditingkatkan untuk saling asah, asih, dan asuh ocial kolega guna menghasilkan
siswa-siswa yang cerdas dan unggul.
Ketua KKMI Kecamatan Ciawi, Asep Rahmatullah S.Pd.I selain
memaparkan latar belakang, dasar dan tujuan diselenggarakannya Workshop Penyusunan
Buku I Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah bersama Kepala Madrasah, Guru, dan
Operator Madrasah se-Kecamatan Ciawi,
juga berpesan agar guru memiliki sikap teladan, dimana tugas
mendidik guru perlu dikedepankan dalam aspek penguatan sikap dan budi pekerti
siswa. Pendidikan karakter tidak hanya terhenti pada pengetahuan saja akan
tetapi perlu suatu pengintegrasian pada pembiasaan pembelajaran, suri tauladan,
apresiasi dan implementasi norma akademis yang nantinya tercermin pada norma
sosial yang semakin utuh dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Sementara
itu Ketua Pelaksana Kegiatan, Miftahudin,
S.Ag yang juga adalah Kepala MIS
Miftahul Ulum Peundeuy Ciawi menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT dan ucapan terima
kasih kepada pengurus KKMI dan para Kepala serta Guru se-kecamatan Ciawi yang
telah mendukung dan berperan aktif sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan
baik dan lancar. Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada pengawas madrasah
wilayah kecamatan Ciawi yang telah memotivasi, mengarahkan, membimbing, dan
membina sehingga KKMI kecamatan Ciawi dapat menyelenggarakan kegiatan Workshop
Penyusunan Buku I Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah secara mandiri.
Nara
sumber yang sengaja dihadirkan adalah Tim Pengembang Kurikulum Madrasah dari Pokjawas
Madrasah Kabupaten Bogor, Hj.Husnun
Husniati, M.Pd.I materi yang disampaikannya lebih ke materi bersifat
praktek, diantaranya tentang strategi penyusunan buku I kurikulum madrasah, sistematika
buku I kurikulum madrasah, dan lampiran-lampiran pendukung dokumen buku I
kurikulum madrasah yang diperlukan.
Sementara itu nara sumber lain yang juga
adalah pengawas pembina bagi MI di wilayah kecamatan Ciawi, E.Sirojuddin, S.Ag salah satunya
menyampaikan tentang titik tekan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
pada madrasah adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum,
pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian
beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan
apa yang dihasilkan.
Pada kegiatan workshop tersebut setiap madrasah diharuskan membawa draf
buku I kurikulum madrasah yang telah dibagikan dan dibahas sebelumnya bersama
guru-guru dan fihak yang terlibat lainnya di madrasahnya masing-masing. Tiap
madrasah pun diharuskan membawa printer untuk mencetak secara langsung hasil
pekerjaan bab per bab yang selanjutnya diverifikasi dan divalidasi oleh nara
sumber. Alhamdulillah, sebelum kegiatan penutupan semua peserta workshop telah berhasil
menyusun Buku I Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah secara lengkap dan selanjutnya
akan dicetak ulang di madrasah masing-masing dan diserahkan ke pengawas Pembina
untuk ditandatangani dan mendapat pengesahan dari Kementerian Agama Kabupaten
Bogor.
Sabtu, 19 Agustus 2017
KKMI Kecamatan Ciawi Gelar Acara Pelatihan Quantumatika bagi Guru-guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Ciawi
Kelompok
Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Ciawi menggelar acara Pelatihan
Quantumatika bagi Guru-guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Ciawi pada tanggal
19 Agustus 2017 bertempat di MIS Ulil Amri Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor,
dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah khususnya guru Madrasah
Ibtidaiyah di Kecamatan Ciawi dalam proses pembelajaran mata pelajaran
Matematika. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Pengawas Madrasah pada Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Bogor Wilayah Kecamatan Ciawi.
Pengawas
Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor Wilayah Kecamatan Ciawi,
E.Sirojuddin menyampaikan dalam
sambutannya bahwa mata pelajaran Matematika yang selama ini dianggap sebagai
mata pelajaran tersulit bagi peserta didik dan bahkan termasuk salah satu mata
pelajaran yang tidak disukainya harus dapat diubah menjadi mata pelajaran yang
disukai dan menyenangkan. Diyakini bahwa salah satu penyebab mengapa banyak
peserta didik yang tidak menyukai mata pelajaran matematika adalah karena
mereka tidak mengerti dan tidak memahami apa yang dipelajarinya. Bagi peserta
didik yang mengerti dan faham tentang apa yang dipelajarinya terlepas dari
bakat yang dimilikinya terkait mata pelajaran matematika, maka akan timbul rasa
senang dan menyukainya. Disinilah peran penting seorang guru agar mampu membuat
peserta didik mengerti dan memahami apa yang disampaikan dan diajarkannya, dan
hal itu pula pentingnya bagi setiap guru memiliki kemampuan berbagai cara dan
metode penyampaian mata peajaran matematika yang salah satunya dengan metode Quantumatika.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala MIS Ulil Amri, Yusuf
Alamsyah sebagai tuan rumah kegiatan tersebut sangat berharap melalui
pelatihan Quantumatika, guru berperan sebagai fasilitator, sebagai desain
pembelajaran matematika, dimana pusat pembelajaran ada pada peserta didik, maka
guru harus mendorong peserta didik menjadi lebih kreatif dan mandiri dan
peserta didik mampu belajar sendiri.
Ketua KKMI Kecamatan Ciawi, Asep Rahmatullah selain memaparkan
latar belakang, dasar dan tujuan diselenggarakannya pelatihan Quantumatika bagi
Guru-guru MI se-KKMI Ciawi, juga berpesan agar guru memiliki sikap teladan, dimana tugas mendidik
guru perlu dikedepankan dalam aspek penguatan sikap dan budi pekerti siswa. Pengajaran
matematika tidak hanya terhenti pada pengetahuan saja akan tetapi perlu suatu
pengintegrasian pada pembiasaan yang baik, sikap, apresiasi dan implementasi
norma akademis yang nantinya tercermin pada norma sosial yang semakin
utuh dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Selanjutnya
Karma Wijaya, sebagai nara sumber
pelatihan Quantumatika yang juga beliau adalah pendiri dan penulis “Quantumatika”
dalam pembukaanya sangat mengharapkan menjadikan Matematika sebagai
pelajaran favorite yang ditunggu dan dirindu oleh guru dan murid. Hal ini
sangat diperlukan karena pelajaran matematika menjadi mata ujian disetiap
jenjang pendidikan serta ilmu yang sangat dibutuhkan bagai peradaban manusia di
sepanjang masa serta menjadi dasar bagi hampir seluruh cabang ilmu pengetahuan.
Pelaksanaan pelatihan itu sendiri diikuti oleh para peserta yang terdiri
dari seluruh Guru kelas I sampai dengan kelas VI se-KKMI Ciawi dengan serius
dan antusias, hal itu tergambar dari hidupnya dialog peserta dengan narasumber
dan peserta pun mempraktekkan langsung inti dari metode Quantumatika yang
diperolehnya. Mudah-mudahan dengan pelatihan tersebut walaupun dengan waktu
yang sangat singkat, para peserta mendapat pengalaman dan pengetahuan yang
dapat mereka kembangkan di madrasahnya masing-masing serta bernilai manfaat
khususnya bagi peserta didik, semoga !
Langganan:
Postingan (Atom)


















